• RSS
  • Delicious
  • Facebook
  • Twitter

Foto Dinding

Muaro Jambi Tercinta
Sekretariat Ikatan Mahasiswa Muaro Jambi
IMMJ

Facebook Button

Posting Blog IMMJ

Assalamualaikum

Selamat Datang di Negeri Sailun Salimbai..

IKATAN MAHASISWA MUARO JAMBI

Tabel

Hari / Tanggal Jenis Kegiatan Tempat Waktu Pelaksanaan
- - - -

Guna memeriahkan anjungan Jambi di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, dalam rangka HUT TMII 15-22 April mendatang, 5AW Fotografi akan mengelar parade Pameran Candi Muara Jambi dalam foto, pantun dan puisi. Terkait rencana ini, fotografer Sakti Alam Watir dan budayawan/kurator foto Jafar Rassuh, sudah melakukan survai dan pertemuan dengan pihak anjungan Jambi di TMII Jakarta.

Pimpinan anjungan Jambi TMII Prahoro Bayu Sanyoto SE sendiri mendukung rencana pameran foto dan memberi izin pemakaian ruang promosi anjungan Jambi. "Kita akan dukung pameran ini, apalagi belum pernah ada pameran foto di anjungan Jambi ini," kata Bayu yang juga seorang seniman tari.

Sebanyak 35 foto karya Sakti Alam Watir akan dipamerakan di TMII yang merupakan foto-foto Candi Muara Jambi dari berbagai sudut. Sebelumnya karya ini sudah pernah dipamerkan pada HUT Jambi 7 Januari lalu, di gedung DPRD dan pada Hari Pers Nasional (HPN) di Novita Jambi.

Dalam 35 karya foto candi ini didukung pantun karya Junaidi T Noor budayawan Jambi yang menceritakan objek setiap foto. Disamping itu juga ada karya puisi penyair-penyair Jambi seperti Yupnical Saketi, EM Yogiswara, Dhimas Harika Mihardja dan penyair wanita Jambi Ramayani.

Setiap pantun dan puisi dibingkai dalam satu frag dengan foto yang dicetak diatas kanvas berukuran 1m x 168m.
 
Menurut Sakti Alam Watir, rencana pameran di TMII Jakarta sudah dilaporkan dengan Gubernur Jambi Hasan Basri Agus (HBA), yang merespon positif rencana tersebut.
 
Sumber : Metro Jambi

KARENA curah hujan yang tinggi dan meluapnya aliran Sungai Batanghari, ratusan hektare sawah yang terdapat di Kabupaten Muarojambi, terendam. Akibat terendamnya ratusan hektare sawah tersebut, petani harus rela gagal panen.

Nopriansyah, warga Desa Sekernan mengatakan, jika terendamnya area persawahan ini selain disebabkan meluapnya Sungai Batanghari, juga karena sistem irigasi yang tidak ada. “Tempat pembuangan air tidak ada, jadi airnya mendap di sawah,” ungkapnya, kemarin (28/2).

Beberapa kawasan pertanian padi yang terendam banjir tersebut, di antaranya terjadi di Kecamatan Sekernan, Kecamatan Jaluko dan juga Kecamatan Marosebo. Ratusan hektare sawah milik warga tersebut saat ini terendam hingga kedalaman satu meter. Bahkan di beberapa titik ada yang terendam habis.

Selain ada warga yang gagal panen, dengan terendamnya sawah ini juga mengakibatkan warga tak bisa menyemai padi lagi. Sebab lahan yang digunakan untuk menyemai maupun menanam terendam. Terendamnya sawah ini telah terjadi sejak dua minggu yang lalu dan saat ini telah mulai surut.

Terkait hal tersebut, Surya Ahmad, Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan, Dinas Pertanian Kabupaten Muarojambi mengatakan, kondisi ini disebabkan adanya pergeseran musim akibat cuaca ekstrim.

“Wilayah Muarojambi diperkirakan petaninya baru bisa menyemai padi pada Maret mendatang,” ungkapnya.
Sebagai bentuk perhatian pemerintah menyikapi masalah ini, pihaknya telah menyiapkan bibit padi untuk masyarakat tersebut. Sebab dipastikan bibit padi warga yang telah disemai banyak yang rusak dan tak bisa ditanam.

Dikatakan Surya Ahmad, jika bantuan tersebut bersumber dari APBN, dimana diberikan seluas 4 ribu hektare atau kurang lebih sebanyak 10 ribu ton benih padi. Sementara itu, bantuan dari APBD sendiri akan dikucurkan untuk bantuan bibit bagi 10 hektare lahan atau sekitar 3 ton benih.

Tetapi meskipun telah mendapatkan bantuan tersebut, ternyata masyarakat masih ingin mendapatkan bantuan lain dari pemerintah. Dimana, mereka sebagai petani menginginkan pemerintah juga membantu membuatkan irigasi untuk mereka. “Jadi kalau musim hujan, tidak bakal terendam lagi. Sebab sudah tak berpengaruh pada sawah,” tandasnya. 

 JALAN Lingkar Selatan sejauh 20 kilometer (KM) di Kecamatan Bahar Utara nyaris tak tersentuh pembangunan infrastruktur oleh pemerintah. Karenanya, jalan tersebut saat ini kondisinya memprihatikan. Sebab merupakan peninggalan pembangunan pada masa transmigrasi dulu.

Akibat parahnya jalan yang membentang di tiga desa, yaitu Desa Matra Manunggal, Bukit Jaya dan Sungai Dayo ini, warga saat ini tak bisa maksimal mengangkut hasil pertanian. Terutama di musim hujan, pengangkutan baru dapat dilakukan saat jalan tidak becek lagi.

Markonyek, Kepala Desa Unit 13 Sungaibahar, Kamis (23/2) lalu, mengatakan, jika sejak berdirinya desa tersebut, Jalan Lingkar Selatan ini memang tidak pernah dibangun pemerintah. “Jangankan diaspal, pengerasan saja tidak pernah dilakukan. Baru 2011 lalu saja dibantu Rp 30 juta sama bupati secara pribadi,” ungkapnya.

Karenanya, pada Musrenbang yang digelar, forum kades meminta agar jalan tersebut diperbaiki sebab sudah puluhan tahun tidak diperbaiki. Perbaikan yang dilakukan warga hanya menggunakan alat seadanya, sehingga jalan akan mudah kembali rusak. Padahal di daerah lain sudah dilakukan pengaspalan jalan.

Sementara, untuk perbaikan jalan dari pemerintah, hanya berupa janji-janji yang tak kunjung terlaksana. Memasuki musim penghujan, warga sangat merasa kesulitan, sebab untuk transportasi angkutan hasil kebun dan warga sangat sulit.

Untuk satu unit truk yang bisa mengangkut 8 ton, saat hujan hanya bisa mengangkut 5 hingga 6 ton, itupun jika tidak becek. Sebab jika becek, maka mobil kerap terbalik.

“Kita tidak berani mau ngangkut banyak-banyak, resikonya mobil yang rusak gara-gara jalan yang parah,” ujar Anto, seorang sopir truk. Akibatnya, tak heran antrian panjang truk pengangkut sawit pun kerap terjadi.

Warga berharap, jalan tersebut dapat diperbaiki pemerintah. Sebab sejak tahun 1994 jalan tersebut kondisinya seperti itu saja. “Kalau seperti ini, kita yang rakyat kecil seperti diabaikan saja,” sambung Kepala Desa Unit 13 itu lagi.
 


AKIBAT kurangnya pasokan, keberadaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dan bensin khususnya di Kecamatan Sungaibahar, kembali langka. Masyarakat kian tidak bisa menemukan bensin di SPBU yang ada dan terpaksa mencari hingga keluar daerah.

Seperti yang terjadi kemarin (26/2), BBM jenis bensin dan solar di SPBU yang terletak di Unit 5, Kecamatan Sungaibahar habis. Bahkan sejak dua hari yang lalu, masyarakat tak bisa membeli bensin di sana. “Bensin di sini memang sudah dua hari dak ada, jadi terpaksa mencari ke SPBU Penerokan atau Tempino,” ujar Warsito, sopir truk.

Langkanya bensin di sana, menurutnya, memang kerap terjadi. Jika BBM ada, maka hanya bertahan tak sampai satu hari. Sebab masyarakat yang membeli bensin tak hanya berasal dari Kecamatan Sungaibahar saja. Tetapi juga dari Kecamatan Bahar Selatan dan Utara. Untuk minggu ini, memang baru dirasakan pada dua hari terakhir, dimana bensin di SPBU sudah menghilang.

Terutama untuk solar, karena kendaraan jenis truk yang terdapat di sana jumlahnya cukup banyak, maka keberadaan solar sulit ditemui. Padahal bahan bakar truk tersebut sangat dibutuhkan di sana untuk kendaraan pengangkut sawit.

Menurut Warsito, masyarakat sangat berharap jika di sana nantinya akan dibangun SPBU lagi. Terutama untuk kawasan Kecamatan Bahar Selatan yang berada di posisi paling ujung dan sangat jauh jika harus membeli di luar Sungaibahar.

Dengan keadaan jarak yang cukup berjauhan antar desa dan juga dari rumah warga menuju perkebunan sawit, warga yang menggantungkan aktivitasnya pada kendaraan di Sungaibahar ini sangat membutuhkan BBM. Karenanya, masyarakat sangat mendukung jika nantinya dibangun SPBU baru di sana.

Sebenarnya, langkanya bensin di kawasan Sungai Bahar memang sudah sering terjadi. Sehingga sudah menjadi pemandangan yang biasa jika SPBU selalu dalam kondisi tertutup. Jika pun ada, maka galon-galon dan kendaraan besar seperti mobil akan duluan mengantre. Sehingga masyarakat sekitar pun tidak akan kebagian bensin ataupun solar.

Tetapi anehnya, penjualan bensin di eceran di unit 1 masih terlihat cukup banyak. Tetapi untuk diunit lainnya memang sudah jarang terlihat adanya penjual bensin. Masyarakat yang menjual bensin dengan harga kisaran Rp 7 ribu ini, masih bisa mendapatkan bensin. “Kalau ada bensin di SPBU kami memang selalu membeli pakai galon banyak-banyak, makanya selalu ada,” ujar Mimin, pedagang bensin.

Mengenai adanya aturan harus memiliki izin jika berjualan, menurut para penjual bensin itu, tampaknya akan sulit untuk dilakukan. Pasalnya, penjualnya cukup banyak, dan jika dibatasi tentunya mereka akan tidak bisa berjualan. Hal itu mereka anggap sama dengan mematikan usaha mereka. 
 
 

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Muarojambi, tampaknya kian tegas terhadap perusahan-perusahan besar yang bergerak di bidang pertambangan, minyak dan gas. Dimana, sebelum melakukan penembakan (seismik), perusahaan diminta untuk melakukan sosialisasi.

Peraturan tersebut diterapkan guna mengantisipasi adanya efek yang tidak diinginkan bagi warga yang berada di wilayah pertambangan tersebut. Karena dikhawatirkan akibat aktivitas penembakan ini, akan berdampak pada masyarakat sekitar.

“Kabupaten Muarojambi salah satu kabupaten yang dilewati aktivitas seismik ini sepanjang 57 kilometer,” ujar Firmansyah, Kepala Dinas ESDM Kabupaten Muarojambi, kemarin (23/2).

Sebelum melakukan penembakan, pemerintah meminta perusahaan untuk melakukan sosialisasi terlebih dulu. Firman menyebutkan, sosialisasi yang diadakan perusahan itu meliputi adanya ganti rugi terhadap rumah warga yang mengalami ganguan, akibat kegiatan perusahaan tersebut.

Tak hanya warga, pemkab juga harus mengetahui titik terang nilai uang ganti untuk warga. Dimana hal itu adalah hasil kesepakatan antara warga, perusahaan dan juga pemkab. Firman juga menerangkan, jika sosialisasi ini merupakan salah satu persyaratan untuk mengajukan izin prinsip ke Bupati.

“Jika telah disepakati, baru perusahaan bisa mengajukan izin prinsip ke Bupati. Namun tentunya harus berdasarkan rekomendasi dari Dinas Pertambangan,” terang Firman.

Setelah izin prinsip diperoleh, barulah perusahaan melakukan penembakan. Tanpa adanya izin prinsip, maka perusahaan akan dilarang untuk melakukan penembakan. Jika nantinya ada perusahaan yang membandel dan melakukan kegiatan penembakan tanpa adanya izin prinsip, maka perusahaan tersebut bisa dikenakan sanksi yang tegas. “Tidak menutup kemungkinan perusahaan tersebut bisa ditutup operasinya,” tegasnya.

Selain itu, lanjut dia, kepada aparat desa dan kecamatan nantinya, juga harus berperan terhadap sosialisasi. Dimana camat harus menyampaikan data rumah warga, lahan rawa dan semua yang dilewati aktivitas penembakan. Karena jika sudah ada data yang konkret, perusahaan tidak bisa merubah lagi.
 
Dijelaskan Firman, jika aktivitas penembakan ini dikaji, sebenarnya tidak akan berpengaruh besar terhadap perumahan warga. Tetapi jika jaraknya lebih dari 200 meter. Namun jika jaraknya kurang dari 200 meter, maka bisa berdampak buruk bagi masyarakat.
 


SEKTOR Pertambangan di Kabupaten Muarojambi tampaknya masih merupakan ujung tombak pendapatan asli daerah (PAD). Sebab, dari hasil pertambangan ini, pencapaian target PAD selalu bisa tercapai dengan maksimal.

Sudirman, Kepala Dinas Pendapatan Daerah Muarojambi, jika dari sektor lain ternyata masih kalah dibandingkan dari pertambangan. “Sektor pertambangan memang lebih dominan dalam pencapaian target PAD jika di bandingkan dengan sektor perkebunan dan lainnya,” sebutnya, Selasa (28/2) lalu.

Lebih lanjut Sudirman menyebutkan, salah satu penyebab kurangnya PAD dari sektor perkebunan dikarenakan kurangnya pendekatan dengan objek pajak. Meskipun Pemkab Muarojambi telah melakuakn pendekatan terhadap perusahaan, namun hasil yang didapat belum maksimal. Untuk pencapaian target PAD 2011, hasil dari pertambangan menurutnya bisa over target yaitu mencapai 119 persen.

Awalnya PAD dari sektor tersebut ditargetkan Rp 21 miliar. Tapi setelah APBD Perubahan bertambah menjadi Rp 23 miliar, tapi hasil yang dicapai cukup mengejutkan, yaitu terealisasi mencapai Rp 27 miliar.

Ditambahkan Sudirman, jika tercapainya target PAD Muarojambi ini tidak terlepas dari target PAD yang dibebankan ke setiap dinas yang menjadi sumber PAD. Dimana setiap dinas, target PAD bisa mencapai 100 persen dari yang disarankan. Sedangkan sektor lain yang juga menyumbang PAD lanjut Sudirman yaitu sektor pajak rumah makan.

“Pajak rumah makan dan pajak reklame juga menambah PAD yang besar. Dulu memang sedikit sulit untuk menarik pajak dari rumah makan ini, tapi sekarang tidak lagi,” ungkap Sudirman lagi.

Hal ini bisa terjadi, lantaran menurutnya petugas Dispenda saat langsung turun kelapangan. Mereka menagih pajak dengan mendatangi langsung setiap rumah makan untuk membayar pajak. Sehingga tak heran jika pemasukan PAD dari dua sector ini mengalami peningkatan.

Untuk tahun 2012 ini, PAD Kabupaten Muarojambi ditargetkan dapat mencapai Rp 27 milyar. Jika dibandingkan dengan tahun lalu, memang mengalami kenaikan. Dari data dispenda, terhitung dari bulan januari lalu target PAD baru mencapai 10 persen dari yang ditargetkan.

Meskipun mengalami kenaikan, tambah Sudirman dirinya yakin kalau target tersebut akan tercapai, bahkan mengalami over terget. “Saya yakin bisa tercapai jika dilihat dari tahun lalu. Saat ini pajak penerang jalan tidak sama. Dulu pajak lampu penerangan dibebankan sebesar 10 persen. Namun sekarang tidak lagi, besaran pajaknya berbeda dari 7 hingga 9 persen,” jelas Sudirman. 

Sudirman menambahkan, guna mencapai target PAD, pihaknya membentuk tim yang nantinya akan turun ke lapangan untuk menarik pajak. Tim yang dibentuk akan turun disetiap wilayah yang sudah ditentukan untuk menarik pajak.

Komplek Percandian Muaro Jambi
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Jambi Didi Wurjanto mengatakan hingga kini sudah tercatat 1.629 orang yang telah menandatangani petisi penyelamatan kawasan Candi Muaro Jambi di Kabupaten Muaro Jambi. "Saya sangat senang dan mendukungnya asalkan tidak digunakan untuk kepentingan lain, seperti kepentingan politik,” kata Didi kepada Tempo, Kamis, 16 Februari 2012.

Menurut Didi, mereka yang membubuhkan tanda tangan terdiri dari berbagai kelompok masyarakat, seperti arkeolog, budayawan, serta warga yang peduli terhadap kelestarian Candi Muaro Jambi.

Sebelumnya, sejumlah arkeolog dan budayawan nasional dan daerah melahirkan petisi penyelamatan kawasan Candi Muaro Jambi. Petisi tersebut akan dikirimkan kepada Presiden, Gubernur Jambi, dan Bupati Muaro Jambi.
 
Dalam petisi tersebut, antara lain ditegaskan agar pemerintah pusat dan Pemerintah Daerah Jambi segera melakukan langkah-langkah, seperti mengukuhkan kawasan percandian Muaro Jambi sebagai Kawasan Cagar Budaya Nasional yang dilindungi oleh Undang-Undang Cagar Budaya Nomor 11 Tahun 2010. 

Pemerintah juga dituntut menetapkan kawasan budaya percandian Muaro Jambi sebagai Kawasan Strategis Nasional berdasarkan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang.

Selain itu, diperlukan payung hukum demi pelestarian kawasan percandian Muaro Jambi sebagai kawasan wisata sejarah terpadu. Juga mendesak perusahaan-perusahaan yang beroperasi di kawasan percandian Muaro Jambi untuk segera menghentikan semua aktivitasnya yang mengancam kelestarian situs dan merehabilitasi semua kerusakan yang telah terjadi.

Sementara itu, Direktur Pusat Pengembangan Percandian Muaro Jambi Svarnadvipa, M.H. Abid, menyatakan, bila tidak secepatnya diambil tindakan penyelamatan, maka keberadaan candi semakin terancam. Sebab, di kawasan percandian masih terus terjadi upaya pemanfaatan lahan oleh sejumlah perusahaan. “Perusahaan-perusahaan bisa berada di kawasan percandian karena mendapat izin dari pemerintah setempat,” ujarnya.
 
Sebelumnya, Abid mengemukakan lebih dari separuh kawasan Candi Muaro Jambi seluas 2.612 hektare sudah dialihfungsikan untuk kawasan permukiman dan kawasan usaha lainnya, seperti tempat penumpukan batu bara (stockpile), penambangan emas tanpa izin, kawasan perkebunan, dan lokasi penimbunan minyak mentah kelapa sawit (CPO).

Kawasan Candi Muaro Jambi yang meliputi Kecamatan Marosebo dan Tamanrajo, Kabupaten Muaro Jambi, kata Abid, kondisinya sudah sangat memprihatinkan.

Sumber : Tempo

Pengikut

Negeri Sailun Salimbai

Created Widget by Andi